topmetro.news, Medan – PTPN IV Regional I melepas calon jemaah haji dan hajjah ke Tanah Suci Makkah pada 21 April 2026 dengan menggelar doa selamat bagi 60 orang yang terdiri dari karyawan aktif, pensiunan, serta keluarga (batih).
Dalam kesempatan tersebut, manajemen menyampaikan pesan kepada para jemaah agar menjaga ketahanan dan kesiapan fisik, mental, serta spiritual selama menjalankan ibadah haji.
“Ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan hati dan jiwa yang menuntut kesabaran, keikhlasan, serta ketulusan dalam beribadah,” ujar Ahmad Diponegoro selaku Business Support Head di hadapan para hadirin.
Ia juga mengimbau para jemaah untuk fokus memperbanyak ibadah, memperbaiki niat, menjaga kesehatan, serta mempelajari tata cara pelaksanaan ibadah haji dengan baik agar seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan tertib, lancar, dan khusyuk.
“InsyaAllah, dengan niat yang lurus dan usaha maksimal, bapak dan ibu yang telah lama menunggu keberangkatan tahun ini, meski dalam situasi yang penuh tantangan di tengah konflik Timur Tengah, akan memperoleh haji yang mabrur, yang balasannya tiada lain adalah surga,” tambahnya.
Sementara itu, Rasyid Jacub Slawat yang mewakili calon jemaah haji menyampaikan rasa terima kasih kepada manajemen PTPN IV Regional I atas terselenggaranya acara doa selamat tersebut, termasuk pemberian bingkisan dan uang saku.
“Kami sangat terharu atas perhatian manajemen kepada kami. Ini merupakan wujud kepedulian kepada karyawan dan pensiunan. Kiranya Allah SWT membalas semua kebaikan ini, dan kami berdoa agar PTPN IV Regional I tetap jaya, sejahtera, dan langgeng,” ungkapnya.
Doa dan harapan juga dipanjatkan agar seluruh calon jemaah haji dan hajjah PTPN IV Regional I senantiasa mendapat perlindungan dari Allah SWT, serta diberikan kelancaran dan keselamatan sejak keberangkatan, selama menjalankan ibadah di Tanah Suci, hingga kembali ke tanah air.
Doa bersama dipimpin oleh Ustadz Prof Dr H M Syukri Albani Nasution MA yang memberikan siraman rohani. Ia menekankan tiga hal penting selama pelaksanaan ibadah haji, yaitu menjaga rafats (ucapan/lisan), menjauhi fusuk (perbuatan maksiat), dan menghindari jidal (pertengkaran), agar ibadah dapat dijalankan dengan penuh kekhusyukan selama kurang lebih 40 hari.
“Ibadah haji adalah tentang meluruskan niat, menjaga kekuatan batin, serta konsisten dalam beribadah sepanjang perjalanan,” ujarnya.
Momentum doa selamat ini tidak hanya menjadi seremoni semata, tetapi juga sebagai pengingat untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Acara turut dimeriahkan oleh grup nasyid Nasyidul Fuad, serta diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Arwansyah Lubis.
reporter| Thamrin Samosir

